Thursday, January 29, 2009

USAH PUTUS ASA!!!HIDUP INI IBARAT RODA...

و لا تهنوا و لا تحزنوا وأنتم الأعلون إن كنتم مؤمنين 
"Dan janganlh kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), sekiranya kamu orang beriman"(Aali 'Imraan:139)

Hari demi hari berlalu, pengalaman mengajar kita erti pahit dan jerih kehidupan...ada yang terus menongkah kehidupan, ada yang terduduk berputus asa, ada yang masih mampu tersenyum dengan cabaran, ada yang menangis mengenang kekhilafan masa lepas, ada yang menunggu peluang kembali bersinar....dan ada yang menghadap Rabb mengadu kelemahan nafsi....
Biarpun yang mana satu kita...inilah manusia, sering dengan kelemahan...sering dengan ketidakberdayaan...Pernah suatu ketika kita merasa kuat,pernah suatu ketika kita merasa lemah...
Sebab itu lah hidup ini dikatakan seperti roda...berputar, yang di atas akan turun, yang di bawah akan naik oleh sebab berputarnya waktu, menuntut peningkatan kendiri sang manusia....
Allah Sang Khaliq, memujuk manusia yang memang fitrah diciptakan lemah ini agar tidak merasa lemah dan bersedih...kerna kitalah yang tertinggi jika kita menjadi orang yang beriman!Kerna orang yang beriman tidak pernah putus asa dari rahmat Tuhan...dan yang berputus asa itu malahan adalah orang yang kufur... 
و لا تيأسوا من روح الله إنّه لا ييأس من روح الله إلاّ القوم الكافرون
"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah dan tiada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang2 yang kufur"(Yusuf:87)
Indahnya Sang Khaliq...memujuk makhluk tatkala gundah...menebarkan rahmat tanpa diminta-minta...mentari, udara, air, haiwan, tumbuhan..semuanya untuk sang manusia...diberi sebelum kita pinta....Allah....kasihnya Engkau padaku...tapi aku masih meletakkan maksud selainmu....harta, dunia, wanita, nama, pangkat...semua bercampur aduk dalam hati yang kian kelam ini...Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan keimanan hanya kepada Mu..agar bisa aku buang segala yang lain selain Mu dari hatiku...
Hai diri sang pendosa...jangan kau berputus asa...Jangan kau jemu...Jangan kau beralasan...kerna pujukan Ar-Rahman bersamamu...
Ku katakan pada diri...YA,HIDUP INI IBARAT RODA!!!!TAPI AKU TAK BISA DUDUK SETEMPAT...AKU AKAN TETAP BERGERAK MENUJU KEPUNCAK! WALAU HIDUP TERUS BERPUTAR....
"Tidak ada sesuatu yang paling disesali oleh para penghuni syurga kecuali atas satu saat yang pernah mereka mereka lalui di dunia yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Allah di dalamnya." (HR Thabrani)
Wahai Tuhan yang meninggikan insan dengan keimanan....akan ku isi waktuku dengan dzikir kerna aku tidak ingin menyesal di Akhirat...diri yang tidak tentu pintu syurgakah yang akan ku jejaki atau neraka kah akhirku(na'uzubillah)...Ya Allah..golongkan aku bersama2 mereka yang ditinggikan...berikanlah aku kebaikan di dunia dan di Akhirat...

Istajib lana ya Allah... 


Monday, January 19, 2009

Wahai Tuhan, Kurniakan RahmatMu...

Mutiara Qasidah Al-Imam Abdullah Bin Alawi Al-Haddad

-ألا يا الله بنظرة- 

أَلاَ يَا الله  بِنَظْرَة مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمـَة

Ya Allah ! limpahkanlah kurnia rahmat-Mu

تُدَاوِي كُلَّ مَا بِي مِنْ أَمْرَاضٍ سَقِيْمَة

Yang dapat menyembuhkan semua penyakit-penyakit yang ada padaku

ألاَ ياَ صَاحِ  يا صَاحِ لاَ تَجْزَعْ وتَضْجَرْ

Wahai kawanku! Wahai kawanku! Janganlah engkau gelisah dan jangan bosan

وسَلِّمْ لِلْمَقَادِيْـر كَيْ تُحْمَدْ وتُؤْجـَرْ

Serahkanlah pada takdir  agar engkau dipuji dan di beri pahala 

وَكُـنْ رَاضِي بِمَا قَدَّرَ المَوْلَى ودَبَّـر

Dan jadilah hamba yang redha atas apa yang telah di takdirkan Allah, dan diaturkanNya

وَلاَ تَسْخَطْ قَضَا اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ اْلأَكْبَر

Dan janganlah engkau ingkar akan takdir Allah Tuhan Arsy yangMaha Besar 

وَكُنْ صَابِرْ وَشَاكِرْ

Jadilah engkau orang yang bersabar dan bersyukur 

تَكُنْ فَائِزْ وَظَافِـرْ

Maka engkau akan menjadi orang yang berjaya dan menang 

وَمِنْ أَهْلِ السَّرَائـِر

Dan menjadi kelompok orang  orang  ahli sir (rahsia) 

رِجَالِ اللهِ مِنْ كُلِّ ذِيْ قَلْبٍ مُنـَوَّرٍ

Yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki hati yang bercahaya 

مُصَفًّى مِنْ جَمِيْعِ الدَّنَسِ طَيِّبٍ مُطَهَّرٍ

Yang bersih dari segala noda (kotoran hati), baik dan suci 

وَذِهْ دُنْيـَا دَنِيـَّة حَوَادِثُهَا كَثِـيْرَة

Dunia ini hina, dan banyak kejadian-kejadiannya 

وَعِيْشَـتُهَا حَقِيْرَة وَمُدَّتُهَا قَصـِيْرَة

Dan kehidupan dunia itu hina, serta masa untuk hidup itu singkat 

وَلاَ يَحْرِصْ عَلَيْهَا سِوَى أَعْمَى الْبَصِيْرَة

Dan tidak ada orang yang rakus akan dunia melainkan orang yang buta hatinya 

عَدِيْمُ الْعَقْلِ لَوْ كَانَ يَعْقِلْ كَانَ أَفْكـَر

Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir 

تَفَكِّرْ فِي فَنَاهـَا

Berfikirlah akan dunia yang  tidak kekal 

وَفِي كَثْرَةِ عَنَاهَا

Dan  penderitaannya (dunia) yang banyak. 

وَفِي قِلَّةِ غِنَاهـَا

Dan akan kekayaannya (dunia) yang sedikit. 

فَطُوْبَى ثُمَّ طُوْبَى لِمَنْ مِنْـهَا تَحَـذَّرْ

Maka beruntunglah dan sungguh beruntung bagi siapa yang berhati-hati dari

pada dunia 

وَطَلَّقَهَا وَفِي طَاعَةِ الرَّحْمنِ شَمَرْ

Dan menceraikannya (dunia), dan bersiap-siap menuju kepada ketaatan Allah. 

أَلاَ يَا عَيْن جُوْدِيْ بِدَمْعٍ مِنْكِِ سَائِـلْ

Wahai mata! Curahkanlah dari padamu air mata yang mengalir

عَلَى ذَاكَ الْحَبِيْبِ الَّذِيْ قَدْ كَانَ نَازِلْ

Untuk seorang kekasih yang telah di utus (Nabi Muhammad s.a.w.) 

مَعَنَا فِي الْمَرَابِعْ وَأَصْبَحَ سَفَر رَاحِلْ

Ia bersama kami dan sekarang telah pergi 

وَأَمْسَى الْقَلْبُ وَالْبَالُ مِنْ بَعْدِهِ مُكَدَّر

Maka hati ini setelah kepergiannya menjadi menjadi sedih 

وَلكـِنْ حَسْبِيَ الله

Akan tetapi cukup bagiku, Allah 

وَكـُلُّ الأَمْرِ للـهِ

Dan segala urusan akan kembali pada Allah 

وَلاَ يَبْقَى سِوَى الله

Dan tiada yang kekal kecuali Allah

عَلَى بَشَّارِ جَادَتْ سَحَائِبْ رَحْمَةِ الْبَرّ

Semoga Allah memberikan curahan rahmatnya atas penghuni Bassyar (tiga tempat pengkuburan para Auliya).

وَحَيَّاهُمْ بِرَوْحِ الرِّضـَا رَبِّي وَبَشَّـرْ

Dan semoga Dia (Allah) mencurahkan keredhaannya atas mereka serta memberi khabar gembira 

بِهَـا سَادَاتُـنَا وَالشُّيُوْخُ الْعَارِفُوْنَـا

Disana terdapat tuan-tuan dan guru-guru kami yang arif 

وَأَهـْلُوْنَا وَأَحْبـَابِ قَلْبِيْ نَازِلُوْنَـا

keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai

وَمَنْ هُمْ فِي سَرَائِرِ فُؤَادِيْ قَاِطِنُوْنَـا

Dan mereka orang-orang yang berada dalam lubuk hatiku

بِسَاحَةِ تُرْبِهَا مِنْ ذَكِيِّ الْمِسْكِ أَعْطَر

Mereka berada di tempat yang debunya tercium aroma bau kasturi 

مَنَازِلُ خَيْرِ سَادَة

Tempat-tempat persinggahan bagi sebaik-baik manusia 

لِكُلِّ النَّاسِ قَادَة

Mereka pemimpin bagi umat manusia

مَحَبَّتَهُمْ سَعَادَة

Dalam mencintai mereka terdapat kebahagiaan

أَلاَ يَا بَخْت مَنْ زَارَهُمْ بِالصِّدْقِ وانْدَر

Sungguh beruntung bagi siapa yang menziarahi mereka dengan tulus dan datang

إِلَيْـهِمْ مُعْتَنـِي كُلُّ مَطْلُوْبِهِ تَيَسـَّرْ

Kepada mereka dengan penuh perhatian maka semua permintaannya akan dipermudahkan


Thursday, January 15, 2009

Hidup ke Mati?

Setiap hari kita bernafas, jantung kita mengepam darah, mata kita melihat, telinga kita mendengar, deria kita merasa....saintifiknya, ini bukti kita hidup. Apabila nafas mula terhenti, jantung tak lagi berfungsi, ada mata tapi x dapat melihat, ada telinga tapi sudah tidak dapat mendengar, ada deria tapi sudah tidak dapat merasa...ini pula bukti saintifik kematian. Benarkah begitu?
 

Biarkan persoalan ini berlegar di kepala...ahhh!!!sudah tentu benar!yang hidup sudah tentu hidup!pening...

Walaupun sedikit susah hendak diakui, tapi ketahuilah walaupun saintifiknya kita hidup, kita juga bisa mati....analoginya mudah, makan untuk mengisi kelaparan tapi apabila makan tidak mengisi kelaparan, samalah seperti tidak makan! Begitu juga hidup, untuk mengisi amalan...tapi jika amalan tika hidup tidak terisi samalah seperti tidak hidup(mati)!! masih pening? inilah mantiq...:)

Hal ini jelas dalam hadis riwayat al-Bukhari:
مثل الّذي يذكر ربه و الّذي لا يذكر ربّه مثل الحيّ و الميّت
Mafhumnya, perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat Tuhannnya bagaikan perumpamaan yang hidup dan yang mati.

Inilah dia perbedaan yang jauh antara yang mengingat Allah dan yang tidak mengingat Allah. 
Apa yang jauhnya? Sudah banyak orang yang hidup menjadi jenazah...jenazah tidak bisa melihat walau memiliki mata, tidak bisa mendengar walau memiliki telinga, tidak bisa berbicara walau mempunyai lidah, jasad masih sempurna tapi tidak bisa bergerak...tapi sang jenazah ketika hidupnya bisa melihat, bisa mendengar, bisa berbicara, bisa bergerak dan berbuat...begini jauh perbedaan yang hidup dan yang mati. 

Samalah juga yang mengingat Allah dan yang tidak mengingat Allah..amat jauh perbedaannya...betapa tidak berdayanya orang yang tidak mau dzikrullah, betapa tidak bisa berbuat apa-apanya dan betapa tidak berguna apa-apa yang mereka perbuat, jika mereka tidak mengingat Allah dan tidak berdzikir kepada Allah, dibawa kesana ikut, dibawa kesini ikut, dilempar kejurang ikut, dibakar ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, demikian keadaannya, namun orang yang hidup, ia bisa bicara, bisa mendengar, bisa melihat, mempunyai kekuatan, kekuatan Ilaahi tentunya, kekuatan dzikir, kekuatan lafzhul-jalaalah, kekuatan yang menundukkan seluruh kekuatan.

Konklusinya...aku mengajak diriku terutamanya, tidak ketinggalan rakan taulan agar menghidupkan hidup...menghidupkan jiwa...menukar ketidakberdayaan diri dihanyutkan arus nafsu kepada keberdayaan...mengisi jiwa dengan zikrullah..mengikis noda gelap di hati agar bisa bersinar menerangi kehidupan yang menghijab... kerana yang hidup bisa mengawal yang mati...jiwa kuffar itu mati, dan bisa mengawalnya jiwa keimanan yang hidup...tidak bisa hati yang mati mengalahkan tipu daya kuffar.



Waallahu A'lam.

Saturday, January 10, 2009

CFS IIUM JUGA MENZAHIRKAN TIDAK PUAS HATI TERHADAP ISRAEL

Jumaat, 9 Januari 2009, CFS IIUM PJ melakukan demonstrasi menzahirkan rasa tidak puas hati terhadap Israel selepas solat Jumaat...
"ISRAEL!KAMI PELAJAR IIUM TIDAK AKAN SEKALI2 REDHA DENGAN MU!!!!!"

PALESTIN!KAMI AKAN MENYUSUL...



Demonstrasi 3000 mahasiswa di hadapan kedutaan Mesir...membuktikan mahasiswa cukup tidak menyokong dan tidak sekali2 akan meredhai tindakan Israel membantai rakyat palestina dengan kejam! Ditambah lagi dengan tindakan bersekongkol Rejim Husni Mubarak dengan Israel untuk tidak membuka laluan Gaza-Mesir di Refah! Rakyat Palestina kini sedang terseksa, dibunuh, dibom, ditembak dan diperlakukan sesuka hati dengan kejam oleh rejim zionis, laluan bantuan pula ditutup oleh negara Islam sendiri!Masihkah mampu kita sebagai seorang yang mengaku sebagai muslim hanya diam tidak bersuara?PUNYAI JIWAKAH KITA SEKIRANYA BEGITU? kemana pergi sensitiviti kita?!
Rakyat Palestina sudah banyak yang gugur...menunaikan janji mereka dengan tuhan mereka...ganjaran syurga menanti mereka, jiwa dan harta mereka akan dibeli oleh Ar-Rahim..tidak teringinkah kita menyusul mereka?
من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدّلوا تبديلا
Diantara orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada pula yang yang menunggu2 dan mereka sekalipun tidak mengubah janjinya.(al-Ahzab:23)
Ya Allah..Ya muthabital qulub..golongkanlah kami dalam golongan yang tidak mengubah janji kami...berilah peluang kepada kami menepati janji kami...menyusuli rakyat palestina yang telahpun menepati janji mereka..bantulah rakyat palestina...Ya Muntaqim Ya Qahhar, hancurkanlah kuffar dan munafiqiin yang menghalangi hamba2MU mengikuti jalan Mu....
Istajib du'aana ya Allah...aamiiin. 

Thursday, January 8, 2009

Palestin:Antara Kehidupan Dan Keimanan!


Sengsara rakyat Palestina sengsara seluruh umat Islam!
Setiap detik hari mereka patut dijadikan pengajaran dan tauladan. Setiap hal sengsara mereka menunjukkan tahap keimanan mereka. Hal ini selari dengan Hadis Rasulullah:
Daripada Muaz bin Jabal ra:Sabda Rasulullah:
رأس الأمر الإسلام وعوامده الصلاة و ذروة سنامه الجهاد
Kepala suatu perkara adalah Islam dan tiang2nya adalah solat dan kemuncak klimaxnya adalah jihad.

Kini rakyat palestin berada pada tahap kemuncak yang mana tapisan keimanan sedang berlaku! Setiap detik laluan mereka, debu pada badan mereka, setiap teriakan jihad mereka....menjadi pemberat mizan mereka di Akhirat kelak.
Hai manusia yang anutannya Islam! contohilah cara berfikirnya Ayat Muhammad Al-Akhras...beliau memilih jihad di atas segala urusan!beliau memilih kematian di atas kehidupan!beliau memilih pertemuan dengan Rabbil Jalil di atas segala pertemuan! memilih kecintaan hakiki berbanding kecintaan sementara! Siapa beliau? mungkin ada yang masih termangu2 mendengar nama beliau...mcm lelaki namanya...sengaja kali ini ingin mengajak berkenalan dengan wanita yang "agung dalam memilih"!
Beliau salah seorang daripada para syahidah 'amaliah al-istisyhadiyah(pengebom berani mati) atau dengan kata lainnya salah seorang yang menjual jiwanya demi akhirat! ketika itu beliau baru berumur 18 tahun(29 mac 2002)...sudah melonjak intelek pemikirannya! 
"Apa nikmatnya hidup di dunia ketika kematian selalu mengintai kita. Mana yang lebih indah, mati dalam ketidakberdayaan dan kehinaan atau gugur di medan jihad”.
Kematian seorang mujahid akan membangkitkan keberanian mujahid-mujahid yang lain, bukan sebaliknya” 
Ini bicaranya!cukup mengagumkan!seorang wanita tetapi berjiwa besar seakan Khalid Al-Walid! berikutan adalah ceritera beliau...

Ikuti detik-detik Ayat Muhammad Al-Akhras sebelum melakukan operasi syahid :

Jumaat itu, Ayat Al-Akhras bangun jauh lebih awal dari biasanya. Padahal, menurut ibunya, “semalaman ia nyaris tidak tertidur. Sampai tengah malam dia masih membaca Al-Qur’an. Tatkala saya terjaga, dia sedang asyik solat malam. Dia asyik membaca ayat-ayat An-Naba’ sambil menangis, “ujar ibunya.Selesai Subuh, Ayat, seorang remaja solehah berusia 18 tahun itu kembali membaca Al-Qur’an. Ayat-ayat jihad panjang dibacanya berulang-ulang dengan nada bergetar. Sesekali ia terhenti menahan isak tangis. Menjelang pukul 06.00 waktu Palestin, dia masih menulis sesuatu dimeja belajar. Sejurus kemudian, Ayat sudah berseragam dan bergegas untuk menuju dapur untuk menemui ibunya. Kepadanya, Ayat dia minta diri hendak pergi ke sekolah. Ada tugas tambahan. Hari ini boleh menjadi saat terpenting dalam hidup ini. Saya mohon doa restu ibu, ucapnya dengan mata berbinar.

Dia sedikit bingung, hairan dan kaget melihat tingkah puterinya. “Semoga Allah selalu melindungi dan merahmati anakku. Tapi, bukankah Jumaat adalah hari cuti?”. “Doa ibu yang anakanda harap, “jawabnya. Ayat tidak lagi berkata-kata. Dia hanya tersenyum, dia mencium tangan, kemudian memeluk erat sang ibu yang masih kebingungan dan dengan tetap tersenyum, dia menarik tangan adiknya, Sama’ah, 10 tahun. Mereka pun sama-sama bergegas ke sekolah.

Beberapa jam kemudian, pukul 10 waktu setempat, radio Israel memberitakan ledakan bom disebuah supermarket Netanyahu, berhampiran Jerusalem. Peristiwa ini menyebabkan 3 orang tewas dan lebih dari 40 orang luka-luka. Jatung ibu Ayat berdegup kencang menyemak khabar itu. “Jangan-jangan dia”, bisiknya saat itu. Firasatnya menguat, manakala dia mendapatkan Samaah pulang sendirian sambil teresak-esak. Dia mengaku tidak tahu kemana kakaknya pergi. Ayat hanya berpesan kepadanya, “ jangan cemas dan takut. Allah bersama kita orang-orang yang beriman. Sampaikan salam buat semua dan berdoalah. Mudah-mudahan Allah memberikan pengampunan dan kemenangan”.

Di Kem pelarian, ibu Ayat cemas dengan nasib anaknya. Batinnya bertanya-tanya, “kemana dia pergi? Apakah dia sudah mewujudkan impiannya untuk menjadi syahidah? Pertanyaan lain terus muncul dibenaknya. Bagaimana dengan impiannya yang lain? Soal pinangan, rencana pernikahan dan pakaian pengantin yang sudah dijahitnya sendiri? Bukankah dia juga bercita-cita untuk melahirkan anak-anak, kemudian menjadi mujahid-mujahid masa depan? Sementara fikiran liarnya bertanya-tanya, kalbunya mendapat isyarat bahawa calon pengantin itu telah gugur dalam aksi bom syahid. “Innalillah wa inna ilaihi raji’un”. Semoga Allah mencatatnya sebagai syahidah. Mudah-mudahan dia juga boleh menjadi pengantin Palestin yang melahirkan kehormatan dan kemerdekaan bagi umat dan bangsanya sendiri,” demikian ucap sang ibu ketika mendapat kepastian beritanya.

Jumaat, siang itu, Ayat Al-Akhras pergi mengikuti jejak Issa Farah dan Saa’id, dua kerabatnya yang gugur dibedil helicopter Israel. Ayat Al-Akhras, remaja solehah yang cantik ini lahir 20 Februari 1985 di Kem Dheishes. Di akhir hayatnya dia tercatat sebagai pelajar kelas 3 sekolah menengah atas. Menurut ABC News, Ayat Akhras termasuk anak cerdas dan rajin belajar. Sampai saat menjelang syahidnya, dia masih rajin menasihati teman-teman untuk terus belajar. “Penguasaan ilmu teknologi amat penting dan diperlukan untuk mendukung perjuangan kita, apa pun bentuknya”.

Hayfaa, teman baiknya berujar, “dia selalu menasihati kami bahawa belajar harus tetap berjalan, meskipun rintangan dan bahaya mengancam di sekeliling kita”. Tentang jihad, Ayat selalu berkata, “jihad itu kewajipan setiap Muslim termasuk wanita. Mengapa harus kita membiarkan nyawa kita terenggut sia-sia oleh kebiadapan Zionis Israel?”.Hayfaa tidak menyangka Ayat syahid secepat itu. Dalam hari-hari terakhirnya, dia rajin mengumpulkan foto-foto Mujahid Palestin. Di meja belajarnya, berjejer slogan-slogan jihad dan kepahlawanan. “Dia pergi untuk bergabung dengan barisan syuhada’ lainnya”.

Sama’ah, adiknya sekaligus teman terdekatnya, merasakan hal yang sama. Sambil terus menangis, dia berkisah tentang saat-saat terakhir bersama kakaknya. “Saya melihat cahaya di mukanya dan sebuah rona kebahagian yang tidak pernah terlihat sebelumnya.”. Sambil memberi sepotong coklat manis, lanjutnya Ayat berkata lirih,” solat dan doakan agar kakak berjaya melaksanakan tugas suci ini”.

.Meskipun tahu syahidah adalah cita-cita tertinggi anaknya, ibu Al-Akhras tetap sahaja merasa kehilangan. Dengan mata berlinang dan mengulangi kata-kata sang anak ketika berdiskusi soal kewajipan jihad bagi setiap muslim Palestin. “Tugas apa?” Sama’ah bertanya. “Hari ini kamu akan mendengar satu berita baik. Mungkin inilah hari terbaik dalam hidup saya. Inilah hari yang telah lama saya nantikan. Tolong sampaikan salam hormat saya kepada Akh Shaadi, “tutur Ayat Akhras sambil memberikan secarik kertas.

Shaadi Abu Laan, 20 tahun, calon suami Ayat Akhras termangu beberapa saat ketika khabar itu sampai padanya. Dia nyaris tidak percaya Ayat pergi begitu cepat mendahuluinya. Padahal, Julai ini, jelas Shaadi, “kami sudah berencana untuk rasmi berumahtangga. Begitu Ayat lulus ujian, kami akan menempati rumah sederhana yang belum didekor”. Mereka sudah 1 tahun setengah berkhitbah (meminang). Keduanya bahkan telah menyiapkan nama ‘Adiyy untuk bayi pertamanya (yang lahir nanti).Mereka bertekad mendidik si kecil sebaik-baiknya dengan harapan kelak menjadi seorang mujahid yang akan membebaskan Al-Aqsa dan Palestin dari pendudukan Israel.

“Allah ternyata punya rencana lain,” ucap Shaadi. “Semoga kami bisa bertemu disyurga kelak, dia mencintai agamanya lebih dari apapun”. Setiap saat, lanjut Shaadi, Ayat memang selalu memimpikan operasi syahid. “Kami pun pernah bercita-cita untuk syahid bersama-sama. Ternyata, Allah telah memilih dia dahulu. Kalau ada kesempatan, saya akan menysulnya segera. Semoga Allah mengabulkannya,” ucap pemuda Palestin yang baru sahaja meraih gelaran Sarjana Muda Hukum itu.

Wasiat Ayat Al-Akhras :

“Wahai Al-Quds…wahai Al-Quds…wahai Palestin…wahai Palestin…suara lembut namun tegas itu keluar dari seorang gadis remaja yang cantik, berbusana muslimah hitam, dengan kafayeh khas Palestin. Seruan itu adalah bahagian dari wasiat Ayat Al-Akhras yang dibacakannya 2 jam sebelum aksi syahidnya. Beliau memulai wasiatnya dengan membaca Bismillah. Ayat kemudian menyatakan bahawa misinya ini semata-mata untuk mencarikeredhoan Allah s.w.t. Beliau juga secara tegas berpesan kepada para penguasa Arab yang disebutnya telah cukup untuk waktu tidur dan disuruh bangun untuk melaksanakan kewajipan mereka kepada Palestin. Dengan bahasa Arab yang fasih, Ayat dengan santai namun pasti, terus membacakan wasiatnya yang sudah ditulis tersebut. Akhirnya, Ayat meneriakkan takbir…Allahu Akbar!!! Nampaknya dia ingin segera mengakhiri wasiatnya dan sudah tidak sabar lagi ingin melakukan aksinya, menetukan pilihannya untuk menjadi bidadari syurga. Tangannya melambai, untuk terakhir kalinya. Subhanallah.

Catatan: Anda boleh mendapatkan maklumat tambahan mengenai Ayat Al-Akhras dari buku ‘Nostalgia Syuhada’ Palestin karangan Ibnu Ismail, Malaysia.

rujukan: http://dupahang.wordpress.com/

Inilah dia Ayat al-Akhras...remaja wanita palestina..memiliki keimanan yang utuh...cita2 tinggi melangit...tenggelem dek kecintaan abadi...bagaimana pula dengan kita?masihkah tidur tatkala berpencaknya rakyat palestina?tenggelam dek kenikmatan dunia?

Ucapan asy Syahid Abd Aziz Rantisi sejurus mengambil alih kepimpinan HAMAS dari Asy Syahid Syeikh Ahmad Yassin pula :

Buat apa kita takutkan kematian, semua manusia akan mati, samada kerana dibunuh ataupun kerana sakit. Jika saya diberikan peluang untuk memilih samada ingin mati kerana sakit jantung ataupun kerana (ditembak oleh) Helikopter Apatchie, saya memilih helikopter Apatchie!”.

Wallahu A'lam.

Friday, January 2, 2009

Hai Jiwa!Carilah Kesempurnaan!

Firman Allah SWT:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ، فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ، قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ، وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Yang bermaksud: "Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya rugilah orang yang mengotorinya". [Asy-Syams : 7-10]

Daripada ayat ini, Allah SWT berfirman bahawa Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia itu dengan perkara yang baik dan buruk...kemudian Allah menyambung bahawa orang2 yang beruntung adalah orang yang menyucikan jiwanya dari kefasikan...dan rugilah orang yang mengotorinya dengan kefasikan...

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani menetapkan tiga syarat yang wajib ada pada jiwa:

1-Melakukan segala perintah Allah 

2-Meninggalkan segala yang haram

3-Redha dgn hukum-hakam dan ketentuan Allah

Menjelaskan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalamPembukaan Kepada yang Ghaib(terjemahan Abdul Majid bin Hj Khatib), bahawa "apabila seorang hamba Allah itu di uji oleh Allah, maka mula-mulanya dia akan cuba melepaskan dirinya dari ujian atau cabaran yang menyusahkannya itu. Jika ia tidak Berjaya, ia akan meminta pertolongan dari orang lain seperti raja-raja atau orang-orang yang berkuasa, orang-orang dunia, orang-orang hartawan; dan jika ia sakit, ia akan pergi meminta pertolongan doktor atau bomoh. Jika ini pun tidak Berjaya, maka kembalilah ia mengadapkan wajahnya kepada Allah s.w.t dan memohon sambil merayu kepadaNya. Selagi ia boleh menolong dirinya, dia tidak akan meminta pertolongan orang lain. Selagi pertolongan orang lain didapatinya, dia tidak akan meminta pertolongan Allah s.w.t.


Jika dia tidak dapat pertolonga Allah, maka berterusanlah ia merayu, solat, berdoa dan

menyerahkan dirinya dengan penuh harapan dan cemas terhadap Allah s.w.t., Allah tidak akn menerima rayuaanya sehingga dia (hamba) memutuskan dirinya dengan keduniaan. Setelah putuslah dia dengan hal-hal keduniaan, maka ketentuan dan kerja Allah akan terzahir melalui orang itu dan lepaslah ia dari hal-hal kedunian. Tinggallah padanya roh sahaja.


Pada peringkat ini tidaklah Nampak olehnya melainkan kerja atau perbuatan Allah dan tertanamlah dalam hatinya kepercayaan yang sebenar-benarnya tentang Tauhid (KeEsaan Allah). Pada hakikatnya tidak ada pelaku atau penggerak atau yang mendiamkan kecuali Allah s.w.t., tidak ada baik dan tidak ada jahat, tidak ada rugi dan tidak ada untung, dan tidak ada faedah dan tidak ada anugerah dan tidak ada sekatan, tidak ada terbuka dan tidak ada tertutup, mati dan hidup, mulia dan hina, kaya dan papa dan segala-galanya melainkan adalah dalam genggaman Allah s.w.t.


Hamba Allah itupun jadilah seperti bayi di pangkuan ibunya atau seperti orang mati yang sedang dimandikan atau seperti bola (melambung, bergolek, ke atas , ke tepi, dan ke tengah, sentiasa berubah tempat dan kedudukannya) di kaki pemain bola. Dia tidak ada pada dirinya upaya dan daya. Maka lenyaplah ia keluar darinya dan masuk ke dalam lakuan Allah s.w.t. semata-mata.


Si hamba Allah yang begini tidak Nampak yang lain kecuali Allah dan perbuatan-perbuatanNya. Tidak ada didengar dan diketahuinya kecuali Allah. Jika ia melihat sesuatu, maka dilihatnya perbuatan dan kerja Allah. Jika ia mendengar atau mengetahui sesuatu, maka didengarnya perkataan-perkataan Allah dan jika ia mengetahui sesuatu, maka diketahuinya melalui pengetahuan Allah. Ia akan dianugerahi dengan anugerah Allah. Beruntunglah dia, kerana hampirnya dengan Allah. Dia (hamba) akan diperhias dan dipermuliakan. Redhalah ia dengan Allah. Bertambah hampirlah dia dengan Tuhannya. Bertambah cintanya kepada Allah.bertambahlah seronoknya dalam mengenang Allah. Terdirilah ia “di dalam Allah”. Allah akan memimpinnya dan menghiasinya denga pakaian cahaya ilmu Allah dan terbukalah kepadanya hijab yang melindunginya dari rahsia-rahsia Allah Yang Maha Agung. Dia (hamba) mendengar dan mengingat hanya dari Allah Yang Maha Tinggi. Sentiasalah dia syukur dan solat di hadhrat Allah s.w.t."